Selasa, 19 Juni 2012

DID YOU KNOW ???



Sepatu Balet Dulu Mempunyai Heels Lho....

Tahun 1681, sepatu balet umumnya mempunyai heels alias hak. Sejak pertengahan abad ke-18, seorang dancer, Marie Camargo, untuk pertama kalinya memakai sepatu balet tanpa heels dalam Paris Opera Ballet. Sejak saat itu, sepatu balet ber-hak jadi tereliminasi dan mulai menjadi inspirasi para pengrajin sepatu untuk membuat flat shoes ala ballerina.



Minggu, 17 Juni 2012

10 hal yang diharapkan pria dari calon istri

Eh,, tau gak c kalo pria tu gak selalu mengaharapkan penampilan yang sempurna aja dari seorang wanita untuk jadi pendamping hidupnya lhoo.. tapi ada beberapa hal yang diharapkan pria dari wanita..
Ini dia..^^
1.        Wanita yang supportif
Masih ingat tentang bahasan mengapa pria gemar sekali dengan acara sport? Ya, karena mereka adalah makhluk yang sportif dan berharap juga pasangannya dapat selalu memberikan dukungan. Sekalipun mereka adalah sosok yang terlihat kuat dan keras kepala, pria adalah makhluk yang sangat haus dukungan (bukan melulu pujian). Ketika mereka merasa selalu didukung, tak hanya kepercayaan diri yang meningkat, namun mereka seperti menemukan energi yang selalu penuh untuk melakukan hal-hal besar di dalam hidupnya.

2.        Keibuan
Dan bukan wanita yang gemar berkata-kata serta bersikap kasar yang dicari para pria. Wanita yang lembut dan keibuanlah yang didambakan menjadi seorang istri. Pasalnya, secara naluri pria ingin agar pendampingnya dapat memberikan perlindungan dan merawat dirinya serta anak-anak dan keturunannya kelak.

3.        Menghormati suami
Emansipasi boleh dijunjung tinggi, tetapi jangan sampai kita salah menafsirkan emansipasi, yang pada akhirnya melukai harga diri pria. Sebagai wanita, kita harus selalu berada di sisinya, untuk memberikan dukungan dan berjalan bersama. Tak ketinggalan kita juga harus menghormatinya sebagai kepala keluarga.

4.        Tak gampang mengeluh
Janji sehidup semati dalam susah maupun senang bukanlah sekedar janji pernikahan yang diucapkan saat menyematkan cincin, namun sebuah janji yang benar-benar diharapkan oleh para pria dapat dijalani oleh istrinya. Dalam keadaan susah maupun senang, pria ingin agar pendampingnya dapat selalu memberikan dukungan. Bukan melulu mengeluh ini itu, namun tetap bersemangat dan menunjukkan kebesaran hati.

5.        Istri yang setia
Tak hanya wanita yang menuntut kesetiaan, karena pria juga sangat mendambakan pasangan yang dapat dipercaya dan setia. Ketika sosok pria mendapatkan kepercayaan serta kesetiaan, akan sulit bagi mereka berpaling dari pasangan.

6.        Menerima pasangan apa adanya
Sebenarnya sama juga seperti harapan Anda pada pria, yang ingin agar mereka diterima apa adanya, begitu juga dengan mereka. Penampilan yang ada saat ini tidaklah kekal, seiring bertambahnya usia kita, tubuh akan menjadi renta. Sehingga dalam keadaan apapun, pria ingin selalu disupport dan diterima apa adanya.

7.        Mencintai keluarga si dia
Bayangkan saja bagaimana perasaannya saat tahu bahwa diam-diam Anda tak menyukai ibu mertua Anda.Oh, ya, sekalipun memang ibu mertua Anda cerewet dan konservatif, bukan saatnya untuk menabuh genderang perang. Cobalah mencari hal-hal baik dan positif darinya, belajarlah mengambil hatinya dan menjadi menantu kesayangan. Tidak sulit kok sebenarnya, apalagi sikap yang ditunjukkan sang ibu mertua semata-mata adalah sikap seorang ibu yang ingin melindungi anaknya.

8.        Istri sekaligus sahabat
Bila Anda seringkali mendengar lagu jatuh cinta pada sahabat, mungkin memang cinta seperti itulah yang jauh lebih menyenangkan dan tak menjadi beban. Menjadi sahabat pasangan adalah yang didambakan oleh pria, tak hanya bisa menuntut, tetapi juga selalu punya waktu untuk mendengarkan dan tidak mengadili. Lihat saja bagaimana para pria bersikap selalu hangat terhadap sahabat mereka. Jika Anda bisa menjadi pasangan sekaligus sahabat, bukankah itu akan lebih menyenangkan dan menjadi keuntungan lebih bagi Anda?

9.        Humoris
Bagaimana ia bisa betah di rumah bila yang ada Anda malah ngomel karena ini dan itu. Memang sih terkadang pria tak selalu bisa rapi setiap saat, tetapi bukan berarti Anda lantas menegurnya bak anak-anak dan berusaha mengaturnya. Menyampaikan keinginan lewat joke-joke ringan akan jauh lebih efektif ketimbang Anda harus menegur dan membuatnya melakukan apa yang Anda inginkan.

10.    Smart
Bukan berarti Anda harus menjadi juara kelas dan tahu segala hal, tetapi smart di sini adalah Anda tahu kapan harus bersikap manja, kapan harus mandiri, kapan harus tegas dan lain sebagainya. Lantas bagaimana dengan penampilan? Oh tentu saja itu adalah nilai plus bagi Anda. Dapat selalu tampil mengesankan, cantik bagi si dia, pria mana sih yang dapat menolaknya? Apalagi pria adalah makhluk yang mencintai keindahan. Oh ya, satu lagi, mulai belajar menghidangkan masakan akan menjadi jurus maut yang dapat menaklukkan hatinya. Percaya deh!

Rabu, 21 Desember 2011

KEBEBASAN BERPENDAPAT BAGI KALANGAN INTELEKTUAL MUDA (MAHASISWA)

Setiap manusia pada dasarnya mempunyai hak sejak berada dalam kandungan. Hak itulah yang disebut sebagai hak asasi manusia. Hak untuk berpendapat termasuk salah satu hak kita sebagai  warganegara. Kebebasan berpendat merupakan hal yang dianggap penting, karena dengan adanya kebebasan berpendapat dapat membantu kita untuk berekspresi. Tetapi dalam kebebasan berpendapat harus ada batas-batas serta etika agar tidak terjadi konflik yang ditimbulkan akibat adanya pendapat yang terlalu bebas dan merugikan orang lain.
Saat ini kebebasan berpendapat masih menuai kontroversi, terbukti dengan beberapa kasus pidana yang muncul akibat penulisan e-mail dan surat pembaca di internet atau media massa yang dianggap terlalu bebas dalam menyampaikan pendapat.
Kebebasan berpendapat tidak hanya berlaku bagi orang-orang yang mempunyai kekuasaan dan para pejabat-pejabat tinggi negara atau elite pemerintahan, tetapi mahasiswa juga mempunyai hak untuk berpendapat, sebab mahasiswa  merupakan agen perubahan. Karena pendapat-pendapat serta keberanian mahasiswa dalam menyalurkan aspirasinya yaitu dalam bentuk demonstrasi. Realisasinya yaitu pada peristiwa 12 Mei 1998. Mahasiswa berhasil menumbangkan rezim otoriter Soeharto. Meskipun banyak korban yang berjatuhan. Karena perjuangan dari gerakan mahasiswa tersebut maka sekarang ini kita dapat merasakan adanya kebebasan dalam menyalurkan aspirasi kita baik dengan lisan maupun tulisan.
Kebebasan berpendapat merupakan sebuah kebebasan dalam menyampaikan pendapat dalam bentuk lisan maupun tulisan atau aspirasi kita sebagai warga negara tetapi dengan batasan-batasan tertentu. Batasan-batasan disini berarti kebebasan yang bertanggung jawab. Kebebasan berpendapat tidak serta merta bebas dalam menyampaikan pendapat, ide, gagasan tanpa ada aturan.
Kebebasan berpendapat adalah hal yang perlu kita perjuangkan terus. Perlu bukan hanya karena secara moral baik tetapi juga memiliki konsekuensi praktis penting dalam kehidupan publik terutama dalam menyelesaikan masalah publik.
Kebebasan dalam menyampaikan pendapat sudah dijamin dalam UUD 1945 pasal 28. Di dalam Declaration of Human Rights (DHR), pasal 19, dinyatakan bahwa setiap orang berhak kebebasan mempunyai dan mengeluarkan pendapat, dalam hak ini termasuk kebebasan mempunyai pendapat-pendapat dengan tidak mendapat gangguan, dan untuk mencari, menerima dan menyampaikan keterangan-keterangan dan pendapat-pendapat dengan cara apa pun juga dan tidak memandang batas-batas.
Saat ini banyak sekali aktivis-aktivis kampus yang sering turun ke jalan untuk menyuarakan pendapatnya melalui demonstrasi. Tetapi kadang demonstrasi mereka mengarah ke tindakan anarkis. Akibatnya sering terjadi baku hantam antara aparat dengan para aktivis mahasiswa ini. Mungkin karena hal inilah para demonstran mendapat stigma negatif dari masyarakat, padahal sebenarnya mereka ingin memperjuangkan hak rakyat, tetapi tindak anarki itulah yang justru membuat masyarakat kurang simpati.
Selain itu, sekarang ini banyak bermunculan pers mahasiswa. Disini mahasiswa memulainya dengan menyalurkan aspirasi mereka melalui media cetak, mereka bebas menyampaikan apa yang dirasa kurang pas, seperti kritikan-kritikan terhadap birokrasi universitas, bahkan kritik terhadap dosen pun juga dapat mereka sampaikan melalui media jurnalistik di kampus tersebut. Umumnya pers mahasiswa merupakan saluran informasi dan opiniyang dimaksudkan untuk mengembangkan kemampuan berfikir dan analisis mahasiswa mengenai kehidupan berkampus, bermasyarakat dan bernegara. Kemampuan tersebut memang dibutuhkan sejalan dengan proses pembelajaran yang ditempuh oleh setiap mahasiswa.
Pers mahasiswa berfungsi sebagai saluran ekspresi yang mewadahi kebebasan berpendapat atau pun juga dikenal sebagai kebebasan akademik yang menjadi karakter komunitas perguruan tinggi. Ciri penting dari kebebasan ini terletak pada kebertanggungjawabannya pada civitas akademika serta masyarakat secara keseluruhan. Dalam penerapannya, kebebasan akademik senantiasa dipagari oleh sejumlah rambu etika dan moral yang memandunya agar tidak keluar dari rel yang seharusnya. Pers mahasiswa berfunsi sebagai saluran ekspresi yang mewadahi kebebasan. Memang mengenai hal ini senantiasa berkembang diskusi yang menarik tentang seberapa bebas dan seberapa bertanggungjawab praktek kebebasan itu dalam pelaksanaanya

Selasa, 19 Juni 2012

DID YOU KNOW ???



Sepatu Balet Dulu Mempunyai Heels Lho....

Tahun 1681, sepatu balet umumnya mempunyai heels alias hak. Sejak pertengahan abad ke-18, seorang dancer, Marie Camargo, untuk pertama kalinya memakai sepatu balet tanpa heels dalam Paris Opera Ballet. Sejak saat itu, sepatu balet ber-hak jadi tereliminasi dan mulai menjadi inspirasi para pengrajin sepatu untuk membuat flat shoes ala ballerina.



Minggu, 17 Juni 2012

10 hal yang diharapkan pria dari calon istri

Eh,, tau gak c kalo pria tu gak selalu mengaharapkan penampilan yang sempurna aja dari seorang wanita untuk jadi pendamping hidupnya lhoo.. tapi ada beberapa hal yang diharapkan pria dari wanita..
Ini dia..^^
1.        Wanita yang supportif
Masih ingat tentang bahasan mengapa pria gemar sekali dengan acara sport? Ya, karena mereka adalah makhluk yang sportif dan berharap juga pasangannya dapat selalu memberikan dukungan. Sekalipun mereka adalah sosok yang terlihat kuat dan keras kepala, pria adalah makhluk yang sangat haus dukungan (bukan melulu pujian). Ketika mereka merasa selalu didukung, tak hanya kepercayaan diri yang meningkat, namun mereka seperti menemukan energi yang selalu penuh untuk melakukan hal-hal besar di dalam hidupnya.

2.        Keibuan
Dan bukan wanita yang gemar berkata-kata serta bersikap kasar yang dicari para pria. Wanita yang lembut dan keibuanlah yang didambakan menjadi seorang istri. Pasalnya, secara naluri pria ingin agar pendampingnya dapat memberikan perlindungan dan merawat dirinya serta anak-anak dan keturunannya kelak.

3.        Menghormati suami
Emansipasi boleh dijunjung tinggi, tetapi jangan sampai kita salah menafsirkan emansipasi, yang pada akhirnya melukai harga diri pria. Sebagai wanita, kita harus selalu berada di sisinya, untuk memberikan dukungan dan berjalan bersama. Tak ketinggalan kita juga harus menghormatinya sebagai kepala keluarga.

4.        Tak gampang mengeluh
Janji sehidup semati dalam susah maupun senang bukanlah sekedar janji pernikahan yang diucapkan saat menyematkan cincin, namun sebuah janji yang benar-benar diharapkan oleh para pria dapat dijalani oleh istrinya. Dalam keadaan susah maupun senang, pria ingin agar pendampingnya dapat selalu memberikan dukungan. Bukan melulu mengeluh ini itu, namun tetap bersemangat dan menunjukkan kebesaran hati.

5.        Istri yang setia
Tak hanya wanita yang menuntut kesetiaan, karena pria juga sangat mendambakan pasangan yang dapat dipercaya dan setia. Ketika sosok pria mendapatkan kepercayaan serta kesetiaan, akan sulit bagi mereka berpaling dari pasangan.

6.        Menerima pasangan apa adanya
Sebenarnya sama juga seperti harapan Anda pada pria, yang ingin agar mereka diterima apa adanya, begitu juga dengan mereka. Penampilan yang ada saat ini tidaklah kekal, seiring bertambahnya usia kita, tubuh akan menjadi renta. Sehingga dalam keadaan apapun, pria ingin selalu disupport dan diterima apa adanya.

7.        Mencintai keluarga si dia
Bayangkan saja bagaimana perasaannya saat tahu bahwa diam-diam Anda tak menyukai ibu mertua Anda.Oh, ya, sekalipun memang ibu mertua Anda cerewet dan konservatif, bukan saatnya untuk menabuh genderang perang. Cobalah mencari hal-hal baik dan positif darinya, belajarlah mengambil hatinya dan menjadi menantu kesayangan. Tidak sulit kok sebenarnya, apalagi sikap yang ditunjukkan sang ibu mertua semata-mata adalah sikap seorang ibu yang ingin melindungi anaknya.

8.        Istri sekaligus sahabat
Bila Anda seringkali mendengar lagu jatuh cinta pada sahabat, mungkin memang cinta seperti itulah yang jauh lebih menyenangkan dan tak menjadi beban. Menjadi sahabat pasangan adalah yang didambakan oleh pria, tak hanya bisa menuntut, tetapi juga selalu punya waktu untuk mendengarkan dan tidak mengadili. Lihat saja bagaimana para pria bersikap selalu hangat terhadap sahabat mereka. Jika Anda bisa menjadi pasangan sekaligus sahabat, bukankah itu akan lebih menyenangkan dan menjadi keuntungan lebih bagi Anda?

9.        Humoris
Bagaimana ia bisa betah di rumah bila yang ada Anda malah ngomel karena ini dan itu. Memang sih terkadang pria tak selalu bisa rapi setiap saat, tetapi bukan berarti Anda lantas menegurnya bak anak-anak dan berusaha mengaturnya. Menyampaikan keinginan lewat joke-joke ringan akan jauh lebih efektif ketimbang Anda harus menegur dan membuatnya melakukan apa yang Anda inginkan.

10.    Smart
Bukan berarti Anda harus menjadi juara kelas dan tahu segala hal, tetapi smart di sini adalah Anda tahu kapan harus bersikap manja, kapan harus mandiri, kapan harus tegas dan lain sebagainya. Lantas bagaimana dengan penampilan? Oh tentu saja itu adalah nilai plus bagi Anda. Dapat selalu tampil mengesankan, cantik bagi si dia, pria mana sih yang dapat menolaknya? Apalagi pria adalah makhluk yang mencintai keindahan. Oh ya, satu lagi, mulai belajar menghidangkan masakan akan menjadi jurus maut yang dapat menaklukkan hatinya. Percaya deh!

Rabu, 21 Desember 2011

KEBEBASAN BERPENDAPAT BAGI KALANGAN INTELEKTUAL MUDA (MAHASISWA)

Setiap manusia pada dasarnya mempunyai hak sejak berada dalam kandungan. Hak itulah yang disebut sebagai hak asasi manusia. Hak untuk berpendapat termasuk salah satu hak kita sebagai  warganegara. Kebebasan berpendat merupakan hal yang dianggap penting, karena dengan adanya kebebasan berpendapat dapat membantu kita untuk berekspresi. Tetapi dalam kebebasan berpendapat harus ada batas-batas serta etika agar tidak terjadi konflik yang ditimbulkan akibat adanya pendapat yang terlalu bebas dan merugikan orang lain.
Saat ini kebebasan berpendapat masih menuai kontroversi, terbukti dengan beberapa kasus pidana yang muncul akibat penulisan e-mail dan surat pembaca di internet atau media massa yang dianggap terlalu bebas dalam menyampaikan pendapat.
Kebebasan berpendapat tidak hanya berlaku bagi orang-orang yang mempunyai kekuasaan dan para pejabat-pejabat tinggi negara atau elite pemerintahan, tetapi mahasiswa juga mempunyai hak untuk berpendapat, sebab mahasiswa  merupakan agen perubahan. Karena pendapat-pendapat serta keberanian mahasiswa dalam menyalurkan aspirasinya yaitu dalam bentuk demonstrasi. Realisasinya yaitu pada peristiwa 12 Mei 1998. Mahasiswa berhasil menumbangkan rezim otoriter Soeharto. Meskipun banyak korban yang berjatuhan. Karena perjuangan dari gerakan mahasiswa tersebut maka sekarang ini kita dapat merasakan adanya kebebasan dalam menyalurkan aspirasi kita baik dengan lisan maupun tulisan.
Kebebasan berpendapat merupakan sebuah kebebasan dalam menyampaikan pendapat dalam bentuk lisan maupun tulisan atau aspirasi kita sebagai warga negara tetapi dengan batasan-batasan tertentu. Batasan-batasan disini berarti kebebasan yang bertanggung jawab. Kebebasan berpendapat tidak serta merta bebas dalam menyampaikan pendapat, ide, gagasan tanpa ada aturan.
Kebebasan berpendapat adalah hal yang perlu kita perjuangkan terus. Perlu bukan hanya karena secara moral baik tetapi juga memiliki konsekuensi praktis penting dalam kehidupan publik terutama dalam menyelesaikan masalah publik.
Kebebasan dalam menyampaikan pendapat sudah dijamin dalam UUD 1945 pasal 28. Di dalam Declaration of Human Rights (DHR), pasal 19, dinyatakan bahwa setiap orang berhak kebebasan mempunyai dan mengeluarkan pendapat, dalam hak ini termasuk kebebasan mempunyai pendapat-pendapat dengan tidak mendapat gangguan, dan untuk mencari, menerima dan menyampaikan keterangan-keterangan dan pendapat-pendapat dengan cara apa pun juga dan tidak memandang batas-batas.
Saat ini banyak sekali aktivis-aktivis kampus yang sering turun ke jalan untuk menyuarakan pendapatnya melalui demonstrasi. Tetapi kadang demonstrasi mereka mengarah ke tindakan anarkis. Akibatnya sering terjadi baku hantam antara aparat dengan para aktivis mahasiswa ini. Mungkin karena hal inilah para demonstran mendapat stigma negatif dari masyarakat, padahal sebenarnya mereka ingin memperjuangkan hak rakyat, tetapi tindak anarki itulah yang justru membuat masyarakat kurang simpati.
Selain itu, sekarang ini banyak bermunculan pers mahasiswa. Disini mahasiswa memulainya dengan menyalurkan aspirasi mereka melalui media cetak, mereka bebas menyampaikan apa yang dirasa kurang pas, seperti kritikan-kritikan terhadap birokrasi universitas, bahkan kritik terhadap dosen pun juga dapat mereka sampaikan melalui media jurnalistik di kampus tersebut. Umumnya pers mahasiswa merupakan saluran informasi dan opiniyang dimaksudkan untuk mengembangkan kemampuan berfikir dan analisis mahasiswa mengenai kehidupan berkampus, bermasyarakat dan bernegara. Kemampuan tersebut memang dibutuhkan sejalan dengan proses pembelajaran yang ditempuh oleh setiap mahasiswa.
Pers mahasiswa berfungsi sebagai saluran ekspresi yang mewadahi kebebasan berpendapat atau pun juga dikenal sebagai kebebasan akademik yang menjadi karakter komunitas perguruan tinggi. Ciri penting dari kebebasan ini terletak pada kebertanggungjawabannya pada civitas akademika serta masyarakat secara keseluruhan. Dalam penerapannya, kebebasan akademik senantiasa dipagari oleh sejumlah rambu etika dan moral yang memandunya agar tidak keluar dari rel yang seharusnya. Pers mahasiswa berfunsi sebagai saluran ekspresi yang mewadahi kebebasan. Memang mengenai hal ini senantiasa berkembang diskusi yang menarik tentang seberapa bebas dan seberapa bertanggungjawab praktek kebebasan itu dalam pelaksanaanya